Selamat Datang

Selamat Datang Ke Blog PERDIQMA KPMB

Islam Itu Indah

Dengar IKIM.fm Online

Dengar radio IKIM.fm secara online menerusi blog PERDIQMA

Like Facebook PERDIQMA

Sertai facebook PERDIQMA serta dapatkan info dan pengkongsian ilmu di laman fb PERDIQMA

26 Januari 2012

Persoalan Makhluk Sebelum Adam dan Dinosaur

Penciptaan Adam
Setelah Allah SWT. menciptakan bumi, langit, dan malaikat, Allah berkehendak untuk menciptakan makhluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya. Saat Allah memberitahu para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khuatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berkatalah para malaikat kepada Allah:

“Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"                                                                                                                       (Al-Baqarah : 30)

Allah kemudian berfirman untuk menghilangkan keraguan para malaikat-Nya:
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
                                                                                                        (Al-Baqarah : 30)

Lalu diciptakanlah Adam oleh Allah dari segumpal tanah liat yang kering dan lumpur hitam yang dibentuk sedemikian rupa. Setelah disempurnakan bentuknya, maka ditiupkanlah roh ke dalamnya sehingga ia dapat bergerak dan menjadi manusia yang sempurna. Awalnya Nabi Adam a.s. ditempatkan di syurga, tetapi terkena tipu daya iblis kemudian diturunkan ke bumi bersama istrinya kerana mengingkari ketentuan Allah.

Adam diturunkan dibumi bukan kerana mengingkari ketentuan, melainkan dari sejak akan diciptakan, Allah sudah menunjuk Adam sebagai khalifah di muka bumi. jadi meskipun tidak melanggar ketentuan (Allah) adam akan tetap diturunkan kebumi sebagai khalifah pertama.

Adam merupakan nabi dan juga manusia pertama yang bergelar khalifah Allah yang dimuliakan dan ditinggikan derajatnya. Ia diutus untuk memperingatkan anak cucunya agar menyembah Allah. Di antara sekian banyak anak cucunya, ada yang taat dan ada pula yang membangkang.

Persoalan Makhluk Sebelum Adam

Menurut syariat Islam, manusia tidak diciptakan dibumi, tapi manusia dijadikan khalifah (pengganti/penerus) di bumi, sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Adam 'bukanlah Makhluk Pertama' dibumi, tetapi ia adalah 'Manusia Pertama' alam ajaran Agama Samawi, dan Allah tidak mengatakan untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk yang telah membuat kerusakan dan menumpahkan darah dibumi.

Sebelum kehadiran manusia telah banyak umat yang terdiri malaikat, jin, haiwan, tumbuhan dan sebagainya, kerana dalam Al-Qur'an ciptaan Allah disebut juga dengan kata umat. Sesuai dengan salah satu surah Al An'aam 32, yang berbunyi:

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun
dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”
                                                                                                                                         (Al An'aam : 32)

 Arkeologi
Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerosakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas. Dalam kajian Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka nyaris seperti manusia, tetapi memilki karakteristik yang sangat primitif dan tidak berbudaya.

Volume otak mereka lebih kecil dari manusia, oleh kerana itu, kemampuan mereka berbicara
sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kelompok makhluk ini kemudian dinamakan oleh para arkeolog sebagai Neanderthal.

Sebagai contoh Pithecanthropus Erectus memiliki volume otak sekitar 900 cc, sementara Homo sapiens memiliki volume otak diatas 1000 cc (otak kera maksimal sebesar 600 cc). Maka dari itu boleh diambil kesimpulan bahwa semenjak 20,000 tahun yang lalu, telah ada susuk makhluk yang memiliki kemampuan akal yang mendekati kemampuan berfikir manusia pada zaman sebelum kedatangan Adam.

Penafsir Al-Qur'an dan Hadis

Surah Al Hijr ayat 27 menjelaskan tentang makhluk sebelum manusia adalah bangsa Jin:
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”

(Al Hijr : 27)

Mengenai penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat:

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan),  padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?”

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.”        (Al-Baqarah : 30)

Nama makhluk yang diungkapkan para ahli arkeologi diatas kemudian dikaitkan pada pendapat para ahli mufassirin. Salah satu diantaranya adalah Ibnu Jazir, dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan:

"Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah Al-Jan yang suka berbuat kerosakan."

Menurut salah seorang perawi hadis yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin. Ada juga yang mengatakan bahwa telah ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari bangsa jin, sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang berbeza dari jin, kerana mereka ini berdarah dan berdaging.

Persoalan Makhluk Dinosaur

Kalau benar dinosaur wujud, kenapa fosilnya hanya dijumpai di sesetengah tempat? contohnya, negara-negara eropah? kenapa fosil-fosil itu sahaja yang bertahan? kenapa yang lain semua dah jadi petroleum? Banyak kemuyskilan mengenai kewujudan dinosaur. Haiwan prasejarah mungkin wujud, namun dinosaur belum tentu.

Semasa beberapa orang sahabat ke Petrosains, penjelasan mengapa ada dinasour yang
menjadi petroleum atau bahan mentah kepada kita sekarang ialah kerana dinasour itu mendiami kawasan-kawasan tanah rendah. Apabila tanah rendah itu mula ditenggelami air, bangkai/tulang dinasour ini telah menjadi mendap. Tekanan yang disebabkan oleh paras air yang tinggi menyebabkan tulang/fosil dinasour ini menjadi petroleum.

Secara umumnya, ramai orang mengetahui tentang dinosaur pengikut fakta-fakta yang dijelaskan oleh sains dan bukti-bukti fosil yang telah dijumpai. Tetapi adakah terdapat cerita tentang dinosaur ini di dalam Al-Quran ataupun kitab-kitab suci yang lain? Dari penjelasan dalam islam, tidak banyak yang kita ketahui tentang dinosaur ini. Adakah ia hidup sebelum zaman Nabi  Adam a.s. atau ia hidup semasa zaman nabi tersebut? Inilah kemusykilan yang kerap kali bermain dikalangan ahli sains moden.
Dinosaur Hidup Sebelum Zaman Nabi Adam

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”
                                                                               (Al An'aam : 32)


Haiwan prasejarah diyakini wujud seperti persoalan bagaimana malaikat tahu bahawa hamba Allah yang bakal dicipta nanti (Adam dan keturunannya) akan membuat ‘kerosakan’ dan ‘menumpah darah’ (berperang). Ini membuktikan sudah ada kehidupan makhluk lain sebelum manusia yang telah diturunkan syariat Islam. Cuma bezanya makhluk sebelum Adam berbeza dari segi jasad dan kemampuan intelektual.

Jika difikirkan secara logik akal, adalah mustahil untuk manusia hidup bersama-sama dinosaur
yang telah menghuni di muka bumi ini selama berjuta-juta tahun. Kalau dikaitkan dengan sejarah manusia yang telah tercatat di dalam Al-Quran dan juga melalui kajian saintifik manusia, manusia tidak mungkin dapat hidup pada zaman dinosaur. Mana mungkin manusia dapat bercucuk tanam seperti yang dilakukan oleh Anak Nabi Adam, Qabil dan mengembala binatang ternak oleh Habil.
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak  menjadikan seorang khalifah di bumi”.          
                                                                               (Al-Baqarah : 30)

Seperti yang tertulis di dalam al-Quran, Allah telah menciptakan bumi dengan kefungsian yang lengkap termasuklah berbagai jenis binatang dan Nabi Adam diciptakan selepas penciptaan bumi.
“Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi; dan (pada) pertukaran malam dan siang; dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Ia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya, dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran.”                                                                                                     (Al-Baqarah : 164)

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung di bumi (permukaan) supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang-biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air  hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”    (Luqman : 10).

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahawa setelah penciptaan bumi, juga dikembangbiakkan binatang-binatang. dan ini seharusnya adalah binatang-binatang prasejarah dan juga binatang- binatang yang kita lihat saat ini.

Hidup Semasa Zaman Nabi Adam

Ada sesetengah pendapat mengatakan dinosaur itu ibarat ayam, itik dan haiwan biasa bagi Nabi Adam sebab Nabi Adam diriwayatkan sebagai bertubuh sangat besar dan tinggi.

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi; Ia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan menjadikan dari jenis binatang-binatang ternak pasangan-pasangan (bagi binatang-binatang itu); dengan jalan yang demikian dikembangkan-Nya (zuriat keturunan) kamu semua. Tiada sesuatupun yang sebanding dengan (Zat-Nya, sifat-sifat-Nya dan pentadbiran)-Nya, dan Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”  (Asy-Syura : 11)

Menurut hadis Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta. Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeza.”

“Hadis Abu Hurairah r.a katanya: “Rasulullah s.a.w pernah bersabda:

Allah telah menjadikan Nabi Adam setinggi enam puluh hasta. Setelah menciptakannya Allah berfirman: Pergi dan berikan salam kepada kumpulan itu. Mereka adalah sekumpulan Malaikat yang sedang duduk, maka dengarlah jawapan mereka kepadamu kerana salam itu adalah salam penghormatan untukmu dan keturunanmu. Maka Nabi Adam pergi dan mengucapkan: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ Mereka menjawab: السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ Mereka menambahkan وَرَحْمَةُ اللَّهِ Maka rupa bentuk setiap manusia yang akan memasuki Syurga adalah seperti Nabi Adam. Ketinggiannya enam puluh hasta. Setelah Nabi Adam, rupa bentuk (ketinggian) manusia terus berkurang hingga sekarang.”

Sedangkan mengikut kajian saintifik yang telah di lakukan, mamalia seperti binatang ternak yang diternak oleh Habil seperti kambing tidak wujud lagi dan pokok-pokok yang hidup di zaman dinosaur tidak mungkin digunakan sebagai bercucuk tanam. Juga cerita tentang Qabil yang membunuh Habil, dan pada masa itu Qabil telah di tunjukkan oleh Allah SWT bagaimana burung gagak menanam burung gagak yang lain.

Jadi persoalannya di sini, wujudkah burung gagak di zaman dinosaur? Burung gagak sepatutnya hanya wujud semasa wujudnya mamalia-mamalia yang lain. Adakah yang dimaksudkan dengan burung gagak itu adalah sebetul-betulnya gagak kini? Atau adakah ia burung dari jenis zaman dinosaur juga yang menyerupai seekor gagak? Sedikit sebanyak memang dinosaur itu wujud kerana kita sudah melihat bukti fosil dan kajian saintifik dari segi sains. Tetapi kemusykilan tentang dinosaur dalam Islam masih banyak yang belum kita ketahui terutamanya dari segi kehidupan manusia pertama iaitu sejak zaman Nabi Adam a.s.

Kesimpulan

Dinosaur tidak disebut di dalam al-Quran secara tepat bukan bererti tidak penting tetapi itu adalah anugerah Allah untuk manusia supaya manusia mencari dan mengkaji masa lalu dan apa hubungannya degan kehidupan sekarang dan juga untuk masa depan . Bukankah itu salah satu tujuan Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi .


20 Januari 2012

Pengambilan Ahli Baru PERDIQMA

pada hari khamis bersamaan 19 januari 2012,PERDIQMA telah mengadakan pengambilan ahli baru bersama pelajar semester 1 dan ahli-ahli lama. Majlis dipengerusikan oleh saudara zaim rashdan dan majlis dimulakan selepas maghrib. Tujuan majlis ini adalah bagi memperkenalkan persatuan dakwah yang dijalankan di KPM Beranang kepada semester satu seterusnya menggalakkan pelajar baru untuk menyertai dan menyumbang demi Allah.
Ucapan dari presiden perdiqma:Daniel Ifran

Seperti biasa,majlis dimulakan dengan bacaan doa oleh saudara kamal afiq dan kemudian ucapan sedikit sebanyak oleh presiden PERDIQMA saudara Danial Ifran dan mendefinisikan PERDIQMA. majlis diteruskan dengan pengenalan setiap biro dan didahului dengan biro Ta'mir yang disampaikan oleh ketua biro ta'mir saudara Bukhari. seterusnya penerangan tentang biro keceriaan oleh saudari Alfishah dan biro media disampaikan oleh Azmil Ulya. Saudara Kamal Afiq selaku ketua biro makanan menerangkan sedikit sebanyak tentang biro makanan dan akhir sekali oleh saudara nurdin haikal menerangkan tentang biro dakwah dan tarbiyyah. tepat jam 9.00 kami menunaikan solat fardhu isya'.
antara pelajar semester 1 yang hadir

Sesudah menunaikan solat fardhu isya',pengambilan ahli baru dimulakan dengan mengadakan perjumpaan bersama ketua biro. Alhamdulillah, ramai yang menyertai. seramai 8 orang ahli baru dalam biro ta'mir, 9 orang di biro media, 20 orang dibiro keceriaan,dan 11 orang di biro dakwah. biro makanan begitu ramai sehinggakan tidak sempat untuk dikira. Alhamdulillah,semoga dengan penertaan ahli baru dapat kita kongsikan segalanya untuk merubah keadaan dengan lebih baik. Selamat datang kepada ahli-ahli baru dan anggaplah ini adalah keluarga baru anda semua. Syukran.


12 Januari 2012

Tip Menghilangkan Rasa Gugup Ketika Berucap Di Khalayak Ramai



  1. Perkara pertama yang perlu anda lakukan ialah membuat persediaan rapi sebelum berucap. Sebaik mana pun berucap, anda perlu mengetahui dengan tepat apakah yang diucapkan. Ini penting supaya ucapan anda mencapai objektif dan tidak tersasar atau menyimpang.
  2. Anda juga perlu datang awal sebelum sesi ucapan anda, sekurang-kurangnya 15 minit sebelum majlis bermula.
  3. Tarik nafas sekiranya rasa gugup kerana ia mampu membantu anda menenangkan diri.
  4. Pastikan anda sudah menguasai tajuk perbahasan dan sudah menghafal beberapa isi penting bagi mengelakkan anda terlupa.
  5. Perlu ada mukadimah yang sesuai yang tidak terlalu panjang dan terlalu pendek. Bergantung kepada masa yang diberikan. Mukadimah 15 peratus, isi 70 peratus dan penutup 15 peratus. Ini akan memudahkan pendengar untuk mengikuti perjalanan ucapan anda dari awal sehingga penutup
  6. Intonasi suara perlu diberi perhatian terutama untuk debat dan syarahan bagi menekankan isi penting. Jika anda ingin penonton memberi perhatian kepada isi yang disampaikan, perlu ada penekanan suara iaitu tinggi dan rendah.
  7. Kenal pasti sasaran khalayak kita dan apakah keperluan mereka mendengar isi ucapan kita. Buat rujukan atau kaji selidik terhadap kelompok penonton atau pendengar yang akan mendengar ucapan kita.
  8. Buat latihan dengan menggunakan rangka isi dan cuba praktikkan di hadapan cermin. Pengucap yang baik tidak akan melihat dan membaca petikan teks. Walau bagaimanapun, jika anda masih baru, pastikan anda ada kad kecil sebagai catatan rangka isi untuk berucap.
  9. Fokus ucapan anda bukan pada kelemahan anda. Contohnya sekiranya anda mempunyai suara yang kuat yang boleh mengawal pendengar, gunakan sebagai kelebihan dalam ucapan anda.
  10. Ada juga pemidato yang menggunakan ciri-ciri fizikal yang ada pada mereka untuk menarik perhatian khalayak.
  11. Berucaplah dengan fikiran dan emosi yang positif.
  12. Pastikan sebelum anda berucap emosi anda berada dalam keadaan positif.
  13. Pandangan pertama (first impression) penting untuk anda memulakan ucapan yang baik.
  14. Pastikan anda memakai pakaian yang sesuai dengan keadaan majlis dan mulakan dengan senyuman.
  15. Nyatakan objektif yang jelas apa isi ucapan anda kemudian barulah dikembangkan dengan isi serta bahagian penutup.
  16. Apabila ada rasa debaran maka jangan berlawan dengan perasaan anda.
  17. Pandangan mata (eye-contact) juga penting dalam ucapan bagi memastikan pendengar berasakan anda bersama mereka sepanjang ucapan anda.



4 Januari 2012

Jahiliyyah Moden

Jahiliyyah bermaksud "sesat atau jahil". Asalnya ia dimaksudkan kepada masyarakat jahiliyyah di semenanjung Tanah Arab yang hidup 1500 tahun dahulu sebelum kebangkitan Rasulullah S.A.W iaitu masyarakat yang mundur dari segi pembangunan, akhlak dan sosial ditambah pula dengan sikap keangkuhan, kesombongan dan kebodohan dari segi ilmu pengetahuan.


Dengan ketiadaan Nabi dan kitab suci yang boleh dijadikan petunjuk, mereka menjadi sesat, jauh daripada jalan kebenaran dan tiada sistem hidup yang menjamin kebahagian. Inilah asal bentuk masyarakat jahiliyyah. Jelasnya setiap tindakan yang berupa pandangan, perbuatan, pemikiran dan sikap yang menentang Islam termasuk dalam kategori jahiliyyah.




Meskipun generasi jahiliyyah itu telah berakhir ditelan zaman, namun sikap dan perwatakan jahiliyyah bentuk baru masih wujud hingga ke hari ini. Ditengah-tengah kehidupan dunia yang pesat membangun, masih terdapat manusia yang berperilaku jahiliyyah di sudut sikap, emosi, minda dan tindakan.


Kaum jahiliyyah dahulu terkenal dengan budaya hidup yang menjijikkan dan tiada pedoman. Hanya akal dan nafsu dijadikan rujukan. Lalu lahirlah masyarakat yang bergelumang dengan segala bentuk kemunkaran dan penindasan. Anak-anak perempuan dubunuh, pelacuran dan perzinaan menjadi budaya, pergaduhan dan peperangan menjadi cara untuk mencapai matlamat hidup, yang berkuasa menindas, yang lemah diperhambakan dan ditindas, tiada keadilan dan pembelaan ditegakkan, tiada sistem hidup yang dapat membentuk keharmonian dan kedamaian, sihir dan khurafat menjadi amalan. Inilah antara identity masyarakat jahiliyyah dahulu akibat meninggalkan ajaran dan panduan hidup Nabi terdahulu. Hakikat ini dijelaskan oleh Allah dalam surah Yasin ayat 6:


" Supaya engkau memberi peringatan kepada kaum nenrk moyang mereka telah lama tidak diberikan peringatan, sebab itulah mereka lalai".


Dari ayat ini dapatlah difahami bahawa mereka wajar menjadi begitu rosak dan sesat kerana lama tidak didatangi peringatan dan pedoman utusan Allah kepada sesuatu kaum. Bagaimana pula dengan perlakuan dan sikap jahiliyyah hari ini? Mereka hidup selepas kedatangan Islam dan Rasulullah S.A.W, dibekalkan dengan syariat Islam dan sentiasa dipandu dengan pengajaran Al-Quran dan hadith Rasulullah S.A.W di setiap aspek kehidupan. Namun masih kekal dengan watak-watak dan sikap-sikap yang menjijikkan seperti kaum jahiliyyah zaman dahulu.


Saban hari kita diperlihatkan dengan pelbagai perlakuan jahiliyyah moden yang mewarnai masyarakat kita hari ini. Suatu ketika dahulu kita dikejutkan dengan berita seorang ibu muda menjerut dua anak lelakinya dengan wayar sterika kerana kecewa dengan hidup, seorang isteri menyimbah asid di muka suaminya akibat cemburu buta hingga membawa kepada perceraian, pelajar-pelajar tingkatan dua dan tiga di sebuah sekolah terlibat jenayah seperti perlakuan seks bebas, memeras ugut pelajar, ponteng sekolah dan minum arak. Selanjutnya isu mat rempit yang tidak berkesudahan.


Begitu juga terdapat seorang anak yang menetak kepala ibunya sehingga mati, kelahiran ramai anak luar nikah dibuang ke dalam tong sampah, di masjid-masjid dan ditinggalkan di perhentian bas. Begitu juga paparan kisah seorang anak kecil telah didera, ditampar, disepak dan dipijak sehingga mati. tidakkah semua ini perlakuan-perlakuan jahiliyyah yang ternyata lebih parah dan lebih hina daripada perlakuan jahiliyyah umat arab sebelum kedatangan Rasulullah S.A.W?.


Marilah kita merenung kembali ke dalam diri kita mengapakah sampai begini hancur masyarakat kita hari ini?. Layakkah kita mengaku sebagai kaum muslimin dan umat Muhammad dengan situasi dan gaya hidup yang sebegini?. Wajarkah kepincangan dan kecelaruan ini kita biarkan sehingga ia menjadi tradisi yang akan diwarisi oleh anak cucu kita nanti?. Sebagai seorang yang beriman, kita pasti tidak akan senang dan tenang dengan bayangan ngeri ini.


Kita perlu akur bahawa perlakuan jahiliyyah moden dengan pelbagai bentuk ini adalah hasil keengganan kita menerima Islam sebagai panduan kehidupan. Sebahagian masyarakat kita hari ini semakin jauh dari kefahaman agama apatahlagi untuk mengamalkannya. Ilmu syariat tidak dipelajari, iman tidak dipupuk ke dalam diri, hidup hanya memburu kepuasan nafsu dan keperluan duniawi. Sepanjang hari, hanya sibuk mengurus dunia yang sementara, sedangkan kematian dan kehidupan akhirat yang pasti itu kita baikan tanpa sebarang persiapan yang menjamin kebahagiaan. Inilah identity masyarakat kita hari ini. Jiwa yang sarat dengan cinta dunia dan kosong iman ini sebenarnya terlalu rapuh, lalu mudah tewas dengan hasutan syaitan yang sentiasa mengheret manusia ke lembah kebinasaan.






Justeru, marilah kita kembali menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai panduan hidup. Iman dan Islam hendaklah dihayati dan diamalkan. Kita hendaklah mulakan langkah-langkah baru ke arah cara hidup Islam yang nyata membawa kebahagiaan. Antara langkah-langkah yang perlu diambil bagi membendung gejala perlakuan jahiliyyah dalam masyarakat kita adalah;


Pertama : Ibubapa dan guru hendaklah berperanan sebagai pencorak halatuju anak-anak. Didiklah anak-anak kita dengan ilmu agama sebagai asas yang membentuk jati diri mereka. Pastikan anak kita mampu mendirikan solat dan menjaga batasan syariat di samping memburu kecemerlangan akademik dan pelajaran. Asuhlah mereka dengan budi pekerti mulia. Ingatlah setiap anak yang membesar dengan akhlak yang buruk, kitalah yang akan dipertanggungjawabkan di atas kegagalan ini. Dalam sebuah hadith daripada Abu Hurairah R.A bahawa Rasulullah S.A.W bersabda:


"Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah (suci dan bersih) maka kedua ibubapanyalah yang menjadikannya berperangai dengan perangai Yahudi, Nasrani atau Majusi".


Kedua : Kembali menjadi masyarakat yang peka dengan persekitaran dan saling ingat-mengingatkan. Umat Islam sewajarnya sedar hakikat ini. Kehilangan cirri-ciri ini menyebabkan kita bagaikan hidup bersendirian walaupun hidup di tengah-tengah manusia yang ramai. Tiada perpaduan dan hubungan ukhuwwah Islamiah menyebabkan kita hilang kekuatan. Lalu, bila mana melihat anak kecil disepak, dipijak di tengah padang pun kita hanya mampu melihat sehingga nyawa si kecil tidak berdosa ini terpisah dari badan. Bukankah ini sebenar-benar kerugian dan kehinaan?, sepertimana firman Allah dalam surah Al-Asr ayat 1-3:


"Demi masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan beramal soleh dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan kesabaran".


Ketiga : Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah S.W.T. dan berazam untuk mengamalkan syariat Islam. Ingatlah bahawa dengan taubat dan istighfar akan mengundang rahmat Allah dan mengembalikan kekuatan kita sebagai umat Islam yang hidup berpandukan Al-Quran dan sunnah Rasulullah S.A.W.


Firman Allah S.W.T. dalam surah Hud ayat 52:


"Dan Hud berkata lagi, "Wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya, semoga Dia menurunkan hujan yang lebat kepadamu dan menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada; janganlah kamu membelakangkan seruan-Ku dengan terus melakukan dosa!".


Marilah kita mengimbas kembali beberapa perkara penting yang menjadi intipati artikel kali ini:-


Pertama : Fenomena jahiliyyah moden adalah kesan daripada kegagalan umat hari ini menghayati dan memahami Islam sebagai cara hidup.


Kedua : Realiti jahiliyyah moden adalah keji dan sesat kerana ia lahir setelah kedatangan Islam yang dibawa oleh Rasulullah S.A.W.


Ketiga : Perlakuan jahiliyyah moden perlu dibendung dan ditangani dengan kembali kepada ajaran Islam secara menyeluruh.


Keempat : Masyarakat Islam dan pihak berwajib tidak seharusnya membiarkan ketidakadilan, penindasan, kekejaman berleluasa dan berlaku di hadapan mata kita tanpa sebarang tindakan.


Kelima : Seluruh Gerakan Islam, NGO, individu dan anggota masyarakat hendaklah berperanan menangani gejala jahiliyyah ini agar tidak berkembang dan menular di kalangan masyarakat.


"Sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya; pada Hari Akhirat kelak dia tergolong daripada orang yang rugi". (Ali-Imran : 85)


Rujukan: Jabatan Agama Islam Selangor


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...